Bimbingan & Konseling

Fungsi BK disamping menunjang kesehatan mental juga dimaksudkan membantu siswa mengembangkan diri dan mengatasi masalahnya, sehingga tidak terganggu perkembangan belajarnya.

Program Bimbingan dan Konseling meliputi :

1. Memberikan layanan individual dengan sistem 5 M, yaitu :
a. Mendata awal perkembangan siswa
b. Memantau perkembangan prestasi siswa
c. Menangani siswa yang bermasalah dalam perkembangan prestasi
d. Mengevaluasi penanganan siswa bermasalah
e. Menerbitkan laporan psikologi bagi siswa2. Layanan klasikal untuk siswa :
a. Pengajaran ke-BK-an di kelas mulai dari kls I sampai VI.
b. Terapi klasikal.
c. Orientasi siswa baru kelas 1
d. Desain materi LKD, LMT dan Jalasah Ruhiyah.
e. Merekomendasikan studi lanjutan bagi siswa kelas 6.

3. Layanan Konsultasi Psikologi
a. Bagi guru
b. Bagi orang tua dan siswa

Mekanisme Penanganan Kasus


Penanganan Siswa Mogok

Penanganan siswa yang mengalami mesalah “Mogok Sekolah” dibagi menjadi beberapa langkah yaitu:

1. Kenali gejala-gejala perilaku “mogok” Ananda, antara lain:

a. Malas untuk mempersiapkan diri berangkat sekolah : bangun tidur, mandi, sarapan, dll

b. Membentuk alasan-alasan yang berubah-ubah untuk menjawab pertanyaan “Mengapa tidak mau sekolah?”, antara lain”:

· Tentang Ustad/Ustadzahnya?

· Teman-temannya “jahat”, tidak punya teman, dll.

· Sakit (psikosomatis) seperti : muntah, diare, pusing, dll.

· Ingin pulang pagi (tidak jam 16.00)

2. Buat kesepakatan dengan Ananda mengenai perilaku yang diberikan hadiah, dan perilaku yang diberikan hukuman.

Contoh:

o Hari pertama, minta ditunggui di perpustakaan oleh Mama, akan diberi hukhuman tidak boleh nonton TV.

o Hari kedua, minta ditunggui di sekolah mulai pukul 07.00 sampai 10.00 di perpustakaan. Karena ada perkembangan, deberikan hadiah yang berupa mainan yang disepakati.

o Dan seterusnya…. Sampai hari yang disepakati untuk tidak ditunggui sama sekali.

o Berikan perhatian lebih dengan pelukan hangat dan hal-hal yang Ananda sukai apabila Ananda mau melakukan kesepakatan.

o Sebaiknya, kurangi kehangatan psikis di rumah apabila Ananda tidak melakukan kesepakatan tersebut, dengan kata-kata yang bias dimengerti ananda. Misal “Mama minta maaf, Mama tidak bisa memeluk Romy hari ini karena Romy tidak melaksanakan janji Romy untuk tidak ditunggui Mama. Ini bukan berarti Mama sudah tidak sayang, tetapi karena Mama ingin anak Mama jadi semakin hebat.

3. Apabila kesepakatan mengenai aturan tidak “mogok” di sekolah tidak dilakukan, berikan sangsi yang lebih komprehensif, yaitu:

o Apabila Ananda masih “mogok” dan tidak mau sekolah, diperbolehkan untuk pulang ke rumah dan belajar di rumah sendiri.

o Buatlah Ananda merasa tidak nyaman belajar di rumah, tidak diperbolehkan bermain apapun (Televisi, PS, mainan lain).

o Seluruh keluarga (Papa, Mama, Kakek, Nenek, Pembantu) tanpa terkecuali harus mendukung semua kesepakatan antara pihak keluarga, sekolah dan Ananda dalam menangani “mogok” ini, karena 1 pihak saja melakukan ketidakkonsistenan, akan memperlambat proses penyelesaian masalah.

o Apabila Ananda sudah berhasil mengambil kesimpulan bahwa belajar di sekolah lebih menyenangkan daripada belajar di rumah, segera antarkan Ananda ke sekolah.

Terapi
Tujuan Terapi

  1. Optimalisasi Potensi
  2. Penanganan Siswa Bermasalah

Jenis Terapi

  1. Klasikal (Dilaksanakan di kelas dalam bentuk pengajaran di kelas)
  2. Individual

Terapi meliputi :

  1. Kognitif
  2. Sosial
  3. Afektif / Sikap
  4. Motorik

PMB, meliputi :

    1. Kecerdasan Umum
    2. Ketajaman sensorik
    3. Perkembangan motorik dan body images
    4. Perkembangan konsep
    5. Kemampuan bahasa
    6. Kemampuan interaksi sosial dan afektif
    7. Dinamika kepribadian


%d bloggers like this: